Keunikan
dan Keindahan Alam
Di
Desa
Kumang Jaya
Disuatu
wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kecamatan Empanang terdiri dari 6 Desa yaitu Desa Nanga Kantuk, Laja Sandang, Kumang Jaya, Titin Peninjau, Bajau Andai, Keling Panggau.
Sebutan
Desa Kumang Jaya, diambil dari kata
Kumang yang artinya seorang wanita Iban yang cantik, lemah lembut dan pandai
dalam serba serbi, serta baik hati. Kata Jaya
artinya selalu berhasil, sukses, hebat
serta kemenangan dalam menghadapi lawan atau musuh. Jadi kata Kumang Jaya diartikan seorang wanita yang canti, lemah lembut,
pandai, dan hebat dalam hal apapun.
Puji
Tuhan, Desa Kumang Jaya Dusun Semirah wilayahnya yang luas seta alamnya yang
hijau, sampai saat ini alamnya masih terjaga dan utuh. Dusun semirah digapiti
dua bukit atau ditengah-tengah antara dua bukit. Kata Masyarakat setempat bukit
yang hadapan depan dusun itu diberi nama Bukit Putau dan di hadapan belakang
kampung dusun di beri nama Bukit Semelawi. Bukit Putau itu katanya ada jelmaan
manusia harimau yang hebat.
Di pagi
hari udaranya sangat dingin dan bukit-bukit diselimuti awan serta alamnya yang
hijau. Hutannya yang lebat dan bermacam-macam tumbuhan di alam sekitarnya.
Dibukit itu banyak terdapat pohonan durian dan bermacam jenis buah durian baik
dari segi bentuk, rasa, dan warna. Dibukit itulah Masyarakat setempat mencari buah durian.
Konon katanya, jika menemukan buah
durian bertangkai dua atau bercabang, tidak boleh dibawa karena buah durian
tersebut bukan milik kita walaupun kita menemukannya dan jangan disentuh
apalagi sampai dibawa.
Menurut
kepercayaan masyarakat setempat, buah durian tersebut sudah ada yang
pemiliknya. Jika kita membawa buah durian tersebut kita akan dikejar yang
pemilik buah durian tersebut sampai kerumah. Kata masyarakat setempat pemilik
buah durian terseabut Remaung. Remaung jelmaan manusia harimau yang sangat
hebat. Kata masyarakat setempat dipuncak bukit yang disebut Bukit Putau
terlihat bangunan batu yang besar, disitu terdapan Goa yang didalamnya sebuah
bangunan rumah yang sangat indah. Sampai saat ini satupun orang tidak ada yang
beranikan diri ke goa tersebut. Dibukit Putau itu sering terdengar suara gong
oleh masyarakat setempat, seperti acara penyambutan tamu. Adajuga pantangan
jika kita ingin mebelah buah durian dilarang membelah dari posisi tengah buah
durian, karena jika dibelah dari posisi tenga buah durian tersebut akibatnya
kita akan dikejar makhluk halus.
Mayoritas masyarakat setempat yaitu suku Iban. Suku
iban adatnya masih sangat kental, tidak bisa meninggalkan kepercayaan yang berhubungan
dengan hal gaib dalam acara ritulal tetapi hal itu sangat nyata dan adajuga
hubaungannya denga Tuhan Sang pencipta alam semest, kata iban nya Allah Petara
yang artinya Allah Tuhan.
Matha
pencarian masyarakat setempat yaitu becocok tanan; betani untuk keperluan
kehidupan sehasi-hari. Masyarakat setempat ada juga berkebun sahang, kebun
karet. Tapi matha pencarian yang paling utama itu bertani. Karena tempatnya
yang sangat cocok untuk bertani. Dialam yang sangat bagus Airnya yang jernih dan air terjun yang bagus. Didusun semirah terdapat air terjun yang
sangat indah tempat air terjun itu sangat jauh dari permukiman masyarakat. Walaupun
jauh karena ke keindahan alam dan tempat yang unik, itu tidak menjadi masalah
atau alasan orang untuk berkunjung ditempat itu. Tetapi sayangnya banyak orang
tidak tahu tempatnya hanya sebagian orang yang tahu. Untuk menempuh perjalanan ke air terjun
tersebut harus memerlukan waku yang lama sekitar satu jam lebih lamanya, dan
datarannya naik turu dan melewati jurang
walaupun demikian tetapi pemandangannya yang inda.
Mata pencaharian Penduduk
Setempat
Penduduk
masyarakat dusun semirah tersebut mata pencaharian utamanya dengan bertani.
Karena didaerah tersebut memang cocok untuk bertani dan membuat sawa serta
berkebun dengan berpindah tempat. Pada waktu musim bertani atau berladang, masa
itulah yang ditunggu masyarakat setempat. Karena musim berladang momennya
sangat seru. Kata ibannya beduruk atau beambik ari artinya bergilir-gilir atau
mengajak orang lain untuk bergotongroyong dengan orang lain misalkan pada hari
ini ditempat andi dan besoknya ditempat dia. Waktu panen padi begitupula sampai
selesai. Setelah selesai sampai saat tibanya pesta gawai. Pesta gawai dayak
bisa disebut syukura atas panen mereka kepada Tuhan.
Dalam
acara gawai dayak terdapat kata ngambik pengabang artinya gambil pengunjung
dari dusun lain atau dari daerah yang lain. Pengabang yang telah diundang harus
datang ketempat gawai tersebut. Acara gawai dayak bagi suku dayak iban sangat
lah penting karena dari segi terdapat nilai kebersamaan, sling membaur satu
sama lain dan bersyukur. Karena gawai dayak diadakan karena bukti syukuran
panen yang telah mereka miliki atau katalain pesta syukuran. Air gawai dikenal dengan aik tuak atau aik pengayu yang dibuat dengan beras
ketan, bahasa iban pulut. Air pengayu digunakan untuk menjemput pengabang yang
datang ke pesta gawai. Pengunjung atau
pengabang tidak mesti dari suku iban tapi beragai suku.
Acara
Tahun Baru, kata iban nya nyambut Tahun
Baru. Acara tersebut dilakukan setiapa satu tahun sekali dan diadakan secara
bersama. Setiap Tahun Baru dilakukan upacara ritual, berbagai macan upacara
ritual tujuannya untuk memohon kepada Tuhan supaya diberikan kesahatan serta
untuk lebih mudah mendapat rejeki. Pada pertengahan malam tangal 31 malam jam 12.00 Wib seluruh masyarakat
iban mengantarkan sesajen satu keluarga satu, diantarkan kerumah adat dan
diadakan ritual bersama serta di bunyikan gong.
Keunikan
dan ke indahan alam serta adat budaya yang tidak luntur, membuat suatu kepaduan
yang indah. Kebanyakan alat yang dipergunakan semuanya dari alam. Masyarakat
Dusun Semirah dalam kegiatan bakti sosial lingkungan atau bergotong royong, nilai kebersamaannya sangatlah
masih terjaga dan sama ingin membangun,
memajukan daerhnya masing-masing walaupun saat ini rumah panjang hampir tiada
dilestarikan lagi. Suku dayak iban memang dikenal dengan sebutan rumah betang
atau rumah panjang.
Keunukan Nama Suatu Tempat
Di Dusun
semirah mempunyai sebutan yang unik, mulai dari sungai, kampung, nama batu. Sebutan
Dusun Semirah karena di tempat dusun itu terdapat air terjun yang unik dan
tempatnya indah, serta hutan yang lebat dengan pepohonan yang besaar.
Masyarakat setempat menyebutkan air terjun itu air semirah karena air agak kemerah kemerahan. Ada berapa sungai
dengan sebutan yang unik oleh masyarakat setempat. pertama sungai Serirang, masyarakat setempat
menyebutnya dengan nama sungsi Serirang. karena di tempat sungsi itu banyak
tumbuhan Rirang. Ada juga sebutan sungai atau air Rumbau. Kata Rumbau karena di tempat itu banyak buah
buahan yang di tanam masyarakat setempat tidak berbuah. Kata Rumbau artinya
tanaman buah buahan tidak berbuah atau sudah berbunga tapi bunganya tida
menjadi buah. Sungai Ubu, masyarakat
setempat memberi nama sungi Ubu karena menurut ceritanya disungai itulah
masyarakat banyak mencari ikan dengan menahan Bubu. Bubu yaitu alat untuk
menangkap ikan yang dibuat dari bambu yang dianyam.
Banyak
lagi nama-nama sungai yang unik seperti sungai raba, sungai mergenuk, aik
mawang, aik mergantuk, sungai sebelum, sungai engkelumbak, sungai carik kain,
sungai merapi, sungai empaung, sungai empadik, sungai engkabang banyak, sungai
sebindang, semua itu memiliki sejarah.
Ada juga nama tempat yang unik seperti
tembawai rebah, tembawai ingkan, tembawai lamak.
Tembawai
artinya suatu tempat pemukiman yang sudah lama ditingkalkan oleh penduduk dan tempat
tanama penuduk seperi durian, tengawang, buah asam. Di tembawa itu ada juga
nama benda yang unik seperti Batu tuwi, batu katup. Semuanya itu memiliki
sejara tersendiri. Pada zaman dahulu kata masyarakat setempat, Batu Tuwik itu
bisa berbicara.
Di Dusun
Semirah ada sebongkah batu yang besar di depan sekolah dasar (SD) di pinggir
jalan, kata masyarakat setempat batu itu ada penunggunya dan juga bukit
panggau. Puji Tuhan semuanya baik dan tidak ada terjadi apapun.
Masyarakat
setempat banyak merantau ke Negara tetangga yaitu Serawak Malaysia untuk
mencari pekerjaan. Ada di Lubuk Antu, Bintulu, Miri, dan Serawak Kucing. Sebagian masyarakat suda ada yang
menetap menjadi warga tetangga.
Masyarakat yang bekerja di negara tetangga hanya waktu libur mereka bisa
kembali ketempat daerah asalnya itupun hanya waktu liburan seperti Gawai Dayak.
Lingkungan
diDusun tersebut membentuk hurub L, dan ada bagiannya hilir dan hulu. Bentuknya
sederhana, kiri kananya tanaman kelapa, rambutan, mangga, asam, karet, dan
lain-lain. Terkadang musim yang menjadi pengghabat atau faktor di dusun
tersebut, pada musim kemarau karena bendungan air leding kecil dan bendungan
nya salah ditempatkan pada air yang sumber mata air yang cepat kering. Walaupun
begitu masyarakat tidak merasa kesulitan ketika musim kemarau karena
pemukimannya dekat dengan sungai yang bersih dan jernih. Hutan nyapun masih
hijau dan udaranya sejuk. Sangat mudah untuk mencari sayur seperti rebung, pakis, daun malinjo, dan
sayuran yang lainnya serta buahan.
Masyarakat
setempat pekerjaan sampingannya selain berladang ada juga yang bekerja sawit.
Jadi masyarakat sekarang penghsilannya tidak tergantung pada kebun karet.
Sebagian masyarakat juga ada pula yang bergantung pada kebun karet dan kebun
sahang.
Alam dan
pemandangan yang indah bisa kite temukan di bukit puta, disitu kita bisa meliha
pemandangan yang indah, dan dibukit semelawi. Dua bukit ini saling berhadapan.
Dari bukit itu kita bisa melihat pemukiman warga betapa indah nya, bukan hanya
pemukiman warga saja yang bisa kitalihat dari bukit itu, lahan sawit juga bisa
terlihat dari bukit itu dan danau juga
bisa terlihat dari bukit itu walau pun hamparan danau nya kurang jelas
terlihat karena faktor kejauhan. Dibukit itu udaranya sangat dingin apalagi
waktu pagi.
Dibukit
putau paling banyak orang utan, segala tanaman dibukit itu seperti asam
kecalak, tanaman bemban, buah durian itu makana mereka sehari-hari. Waktu musim
buah durian di bukit putau, sekawanan orang utan menyerbu pohon pokok durian.
Buah durian yang masih mentah dibuang mereka, hampir semua buah durian yang ada
di jatohkan sekawanan orang utan. Perkebunan masyarakat setempat diganggu
pulapun oleh sekawanan orang utan,
segala tanaman pisang, jagun dimakan dan dipatahkaan serta tanaman jagun di
cabut oleh sekawanan orang utan dan tanaman padi juga. Orang utan
sangatlah meraja rela dan menjadi hama
bagi pendudu masyarakat setempat. Orang utan bagi masyarakat setempat sangat
lah mengganggu (hama penggangu dan perusa).
Binatang
paling nakal dan tidak ada nama jeranya yaitu orang utan. Sampai menyerang
perkebunan penduduk setempat, tetapi anehnya orang utan tidak benar-benar
memakan tanaman yang telah mereka rusa. Orang utan adalah binatang perusak
tetapi tidak semuanya orang utan binatang perusak.
Dibukit
Putau dan Bukit Semelawi kita bisa melihat burung Enggang, burung Enggang biasa
di sebut burung Kenyalang. Burung kenyalang yang sangat besar dan warna bulunya
yang bagus serta paruhnya yang indah. Masyarakat setempat menyebut burung
Kenyalang itu Burung enggang. Ada sebuah cerita tentang burung kenyalang kenapa
burung tersebut di sebut burung Enggang. Menurut cerita masyarakat iban burung
enggan dan kura-kura bersahabt mereka, ketika burung enggang berbunyi “enggang
kenyalang” bunyi burung tersebut dan disahut oleh kura-kura “cingkuk leuk”.
Dari itulah sebutan burung kenyalang menjadi sebutan Burung Enggang. Ketika
Burung enggang terbang, sayapnya berbunyi.
Untuk
menuju bukit putau, kita berjalan 2 jam lamanya untuk sampai pada tujuan
tersebut. Dalam perjalanan menuju ke bukit putau kita melewati sungai dau kali
dan dan datarannya naik turun, jurang. Sebelum sampai ditujuan tersebut kita
melewati bongkahan batu yang besar serta air yang gemuruh dan sejuk. Dibukit
putau tempat warga setempat mencari durian. Bukit putau tempat mencari durian
yang ke dua, yang pertama tempat untuk mencari durian bukit semelawi.
Untuk
menuju ke bukit semelawi, waktu yang diperlukan untuk sampai tujuan itu sekitar
2 jam lebih. Karen datarannya yang sangat tinggi dari bukit putau, kita harus
melewati dataran naik, turun, dan beberapa air sungai. Di bukit semelawi itu
ada beberapa bongkahan batu yang besar tersusun rapi dan diatas nya lagi tempat
pangkalan warga setempat menunggu durian. Pohon durian di bukit semelawi lebih
banyak dari bukit putau dan banyak tumbuhan rotan. Rotan juga terdiri beberapa
jenis yaitu rotan yang besar disebut rotan segak, dan rotan kecil disebut rotan
serok. Dibukit semelawi lebih banyak jenis durian dari bukit putau. Nama Jenis
durian dibukit semelawi itu ada durian ipuh karena memiliki duri yang besar,
durian uwi karena durian tersebut sekelilinginya tumbuhan rotan, durian pisang
karena warnanya seperti pisang dan durian itulah paling enak rasanya dari
antara budh durian yang lain, durian dudol, durian panjang tampuk, durian
tembaga, durian tacuk karena durian ini tiak memiliki duri buahnya mulus,
durian lusing, durian belansai, dan durian terong. Sedangkan dibukit putau nama
durian nya sedikit.durian belansai, durian tenggelam tampuk, durian langkau,
durian tembaga, durian lansat.
Setiap
tahun masyarakat bergiliran tempat mencari durian, satu hari ada dau kelompok
mencari durian yang saatunya di bukit putau dan yang lainnya dibukit semelawi.
Satu kelompok terdiri dari empat KK ada yang lima KK. Adajuga buah lansat, buah
asam, buah kemantan, buah ucung. Terkadang ada kelompok yang tidak mencari
durian karena pengaruh tempatnya yang jauh.
Di Dusun
Semirah, alamnya yang hijau, udara yang segar serta memiliki nama keunikan
masing-masing tempat. Dusun Semirah sampai saat ini adat istiadatnya sangat
kental dan terjaga serta kerukunannya yang baik dalam hal kegiatan atau
gotongroyong. Di Dusun semirah memiliki satu Sekolah Dasar (SD).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar