Selamat Datang di http://lorensius.blogspot.com, Terima Kasih Sudah Berkunjung, Jangan Lupa Tinggalkan Komentar.

Kamis, 12 Oktober 2017

Metode Demonstrasi

PEMBAHASAN

A. Pengertian Metode Demontrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.
Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa. Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat di lakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri.

B. Kelebihan metode demonstrasi:

1.      Perhatian anak didik dapat di pusatkan, dan titik berat yang di anggap penting oleh guru dapat di amati.
2.      Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang di demonstrasikan, jadi proses anak didik akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain.
3.      Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar.
4.      Dapat menambah pengalaman anak didik.
5.      Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di sampaikan.
6.      Dapat mengurangi kesalah pahaman karna pengajaran lebih jelas dan kongkrit.
7.      Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karna ikut serta berperan secara langsung.

C. Kekurangan metode demonstrasi

1.      Memerlukan waktu yang cukup banyak.
2.      Apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi menjadi kurang efesien.
3.      Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk membeli bahan-bahannya.
4.      Memerlukan tenaga yang tidak sedikit.
5.      Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstran menjadi tidak efektif.
6.      Metodde demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang.
7.      Memerlukan perlalatan, bahan-bahan dan tempat yang memadai.
8.      Memerlukan kemampuan dan keterampilan yang khusus.

D. Langkah-langkah
1)      Tahap Persiapan
a.       Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir tujuan ini meliputi beberapa aspek seperti aspek pengetahuan, sikap, atau keterampilan tertentu.
b.      Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan. Garis-garis besar langkah demonstrasi diperlukan sebagai panduan untuk menghindari kegagalan.
c.       Lakukan uji coba demonstrasi. Uji coba meliputi segala peralatan yang diperlukan.
2)      Tahap Pelaksanaan
a.       Langkah Pembukaan
1.      Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memerhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
2.      Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
3.      Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oelh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.

b.      Langkah pelaksanaan demonstrasi
1.      Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memerhatikan demonstrasi.
2.      Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan. Yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
3.      Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari peruses demonstrasi itu.
c.       Langkah mengakhiri metode demonstrasi
Apabila demonstrasi selesai delakukan, proses pebelajran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan peruses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa mamahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakuan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.
3)       Hasil Belajar
Apabila demonstrasi selesai delakukan, proses pebelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan peruses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa mamahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakuan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pebelajran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan peruses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa mamahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakuan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.

E. Contoh Penerapan
Contoh penerapan pembelajaran melalui metode demonstrasi dalam penjumlahan bilangan cacah guru memberikan LKS dan penjelasan prosedur pengisian LKS dengan mendemonstrasikan langsung cara pemecahan masalah sebagai contoh pada siswa. Soal yang diberikan adalah soal penjumlahan bilangan cacah yang tertuang dalam LKS yang sudah dipersiapkan guru, namun dilanjutkan pada penggunaan kalimat matematika dan penjumlahan dengan berbagai teknik. Dari contoh diatas dapat di kembang kan memjadi:
(1)   Apabila contoh-contoh benda yang dapat mewakili bilangan 13 dan 7, misalnya kelereng
(2)   Lakukan penggabungan antara 13 kelereng dengan 7 kelereng menjadi satu wadah, suruhlah siswa menghitung satu per satu kelereng yang sudah dijadikan satu wadah tersebut.
(3)   Tulislah kejadian tersebut dalam kalimat
“tiga belas kelereng digabung dengan tujuh kelereng menjadi dua puluh kelereng” atau “tiga belas kelereng ditambah tujuh kelereng sama dengan dua puluh kelereng”.
(4)   Lakukanlah penggunaan lambing bilangan dan simbol-simbol dalam matematika yang sebenarnya, seperti:
“13 kelereng + 7 kelereng = 20 kelereng”.
(5)   Gunakanlah kaliat metematika yang sebenarnya, yaitu: 13 + 7= 20.
(6)   Atau gunakan juga bentuk penjumlahan dengan pengelompokkan:
13 + 7 = (10+3) + (7)
            = 13 + 7
            = 20
(7)   Seluruh siswa untuk membuat kalimat dari kallimat matematika “13 + 7 = 20” agar dapat diterapkan dalam berbagai kasus.

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, D. S. (2006). Strategi Belaja Mengajar, jakarta: PT RINEKA CIPTA.
Ibrahim. n. (2003). Perencanaan Pengajaran, jakarta: Pt Rineka Cipta
Roestiyah. (2001). Strategi Belajar Mengajar, jakarta: PT rineca cipta
saniaya. w. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar  Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana
Sudiana. (2005). Metode & Teknik Pembelajaran Pertisipasif. Bandung: falah production.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar